profil.ta.semuthitam.go.id
Trisman Anzonius, biasa dipanggil Tris atau man dan bisa juga Trisman,,, alamat desa pungguk pedaro
lahir di desa pungguk pedaro, 04 desember 1992, tinggi 167 cm, berat 55 kg, golongan darah "o", berkerja di pemerintahan sebagai tenaga honorer, bangga menjadi warga NKRI, ketertarikan pada musik 97 %, olahraga yg berhubungan dengan kaki, sepak bola terutama, makanan kesukaan tidak terlalu pemilih makanan, karena makanan pokok nasi sudah cukup hanya saja ditambah lauk yg sedang - sedang saja enaknya, pernah bersekolah di sdn 36 ls, smpn 2 ls, smandoli, dan pernah kuliah di stain curup, wisudah pada 20-08-2016, motiv: buatlah dirimu bahagia dan orang lain juga bahagia.
Man, begitulah kebanyakan orang memanggilku. Sebutan itu tidaklah asing bagiku, apalagi kalaulah sudah kenal persis denganku... Ketiga nama panggilan itu adalah cerminan seberapa dekatnya seorang teman yg bisa kusebut kawan hingga ia menjadi sahabatku. Mereka yang memanggil ku dengan sebutan nama asli berserta nama panjangku adalah guru atau dosen yang mengabsen siswanya. Panggilan bagiku adalah nama akrab untuk candaan bagimu kawan, hingga akhirnya kita menyadari ada sisa - sisa kenangan di sela - sela perubahan. Dan bagi setiap orang bisa saja apa yang menjadi nama panggilan, asalkan kita sama - sama bisa menerimanya.
Semut hitam menggigit biasanya kalau diganggu dan merasa kenyamanannya terganggu. Banyak hal yang kita dapatkan dari tingkah laku semut. Semut cenderung berkelompok, kalau ada semut yang tidak ada dalam kelompoknya itu adalah semut yang tersesat. Semut kalau bertemu temannya akan cenderung bersalaman, dan kalau ada semut yang tidak mau bersalaman berarti semutnya “Sombong”.
Filosofi semut inilah yang coba diterapkan oleh Brigata dan Briganita Curva Nord 1955 Pekanbaru, selalu bersama dalam menyelesaikan masalahnya, semua berhak membesarkan komunitas seperti semut yang bersama-sama membuat dan membesarkan sarangnya, selalu memberikan yang terbaik untuk koloninya dan menjadi penyeimbang dalam dunia suporter. Seperti semut yang menjadi penyeimbang dalam ekosistem hewan di dunia. Harus bisa menaklukkan masalah sepelik apapun seperti semut yang bisa menaklukkan gajah. Inilah yang mendasari kami untuk meneriakkan yel-yel “Semut hitam…..Kami beda….” Agar kami selalu ingat pentingnya kebersamaan dan perjuangan seperti perjuangan dan kebersamaan semut, yang bisa membuat hal yang tak mungkin menjadi Mungkin.
Mahluk kecil ini dikenal sebagai pekerja keras, binatang ini sangat kuat meskipun berbadan kecil, dan bisa mengalahkan apapun jika dilakukan bersama-sama dengan mengikuti jalur yang telah disediakan. tapi kita bukan semut, kita lebih dari semut dan kita bisa melakukan hal-hal yang lebih besar dari pada semut ini.. semut aja bisa menaklukan tantangan yang mustahil untuk dia hadapi.. nah kita sebagai mahluk yang lebih dari semut harus bisa lebih dari semut ini..
Filosofi Semut :
1. Semut selalu bekerja sama
2. Semut Saling Peduli
3. Semut tidak pernah menyerah